Selasa, 26 Februari 2013

Renungan Harian Kita | Kata-kata bijak |Kata motivasi | Kata mutiara | Kisah Sukses | Kumpulan Khotbah | Mujizat Tuhan

Dua Belas Batu di Tengah Sungai
 
Yosua 4:5
"...dan Yosua berkata kepada mereka: "Menyeberanglah di depan tabut Tuhan, Allahmu, ke tengah-tengah sungai Yordan, dan angkatlah masing-masing sebuah batu ke atas bahumu, menurut bilangan suku orang Israel."

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 10; Matius 10; 2 Tawarikh 22

Menyeberang sungai Yordan adalah suatu titik balik yang sangat penting dalam perjalanan orang Israel. Sungai Yordan seolah adalah gerbang untuk memasuki tanah perjanjian. Dengan melewati sungai ini, orang Israel telah mencapai tujuannya dan masuk ke dalam kehidupan yang baru.

Di situ Yosua berpesan agar mereka mendirikan tumpukan dua belas batu di tengah sungai, sebagai peringatan. Ada dua hal yang dapat mereka peringati.

Yang pertama adalah kasih setia Allah, yang akhirnya membawa mereka masuk ke tanah perjanjian, melepaskan mereka dari sengsara perbudakan.

Kedua, adalah peringatan bahwa sungai itu dan tumpukan batunya adalah batas agar mereka tidak kembali lagi ke tanah Mesir. Selama di padang gurun, orang Israel menggerutu, mengomel, dan berusaha untuk kembali lagi ke Mesir. Kedua belas batu itu adalah tugu peringatan bahwa mereka melupakan segala yang ada di belakang mereka.

Sebab Kristus adalah sungai Yordan kita. Saat kita mendedikasikan hidup bagi Kristus, di situ kita memancangkan kedua belas batu di hati kita. Kita mengingat kasih setiaNya yang mengubahkan hidup kita menjadi baru. Juga, menjadi peringatan agar kita berubah dan tidak kembali kepada kehidupan lama yang penuh dengan dosa dan keinginan daging.

Happy moments: praise God. Painful moments: trust God. Every moments: thank God.

LAPORAN KETUA PANITIA KONFENSI WILAYAH KE-II GIDI TIMIKA


Yang Terhormat:
1.      Bapak Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe,SIP.MH
2.      Bapak Bupati Mimika serta Staff Pemerintahan Kabupaten Mimika
3.      Bapak President GIDI serta Badan pekerja BPP-Pusat GIDI
4.      Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Timika
5.      Bapak Kepala PAMDAM mimika
6.      Bapak Kepala Kapores Kab. Mimika
7.      Bapak Kepala Kapolsek Distrik kwamki narama
8.      Dan seluruh para Undangan serta delegasi dari lima klasis wilayah pansel

Kita patut bersyukur bahwa atas rahmat Tuhan, pada hari ini Konferensi wilayah ke II GIDI timika  dapat diselenggarakan.
Atas nama Panitia Penyelenggara, saya menyambut dengan sukacita kedatangan semua utusan resmi bahkan peninjau yang berkenan hadir dalam konferensi ini. Secara khusus, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak gumbenur Provinsi Papua maupun kepada seluruh para undangan yang telah memenuhi invitasi Panitia untuk menghadiri acara pembukaan konferensi ini.
Panitia Konferensi Wilayah Ke-II Tahun 2015 bekerja berdasarkan SK. BPPG-GIDI nomor 02/SK.BPPG-I/V/2015, Persiapan Tentang Pembentukan Panitia Konferensi Wilayah KE-II GIDI Pansel. Dan mulai bekerja pada tanggal 09 mei 2015. Atas kepercayaan yang diberikan kami mengucapkan banyak terima kasih dan telah mengupayakan agar seluruh persiapan sampai kepada penyelenggaraan dapat berjalan dengan baik.
Perlu kami Laporkan bahwa Konferensi Wilayah Ke-II ini diikuti oleh Badan Pengurus bbp Pusat, GIDI.  Dengan delegasi Resmi dan Peninjau diperkirakan berjumlah 300 Peserta. Waktu Penyelenggaraan: Tanggal 24-27 oktober 2015. Tempat Kegiatan di Gedung GIDI Filadelfia. Akomodasi peserta/delegasi Diinapkan di rumah-rumah anggota jemaat GIDI Filadelfia. Pembiayaan yang digunakan berjumlah Rp. 97.000.000 (sempilang puluh tuju juta ribu rupiah), yang diperoleh dari bantuan dari Kader GIDI,Masing-Masig Klasis Terdiri Dari lima Klasis Yaitu: Maro Merauke,Asib Sawi, Kokor dan Timika. Atas semua dukungan dana yang telah diberikan oleh semua pihak kami ucapkan banyak terima kasih.
Demikian laporan kami atas kerja samanya kami sampaikan banyak terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.

Renungan Harian Kita | Kata-kata bijak |Kata motivasi | Kata mutiara | Kisah Sukses | Kumpulan Khotbah | Mujizat Tuhan

Renungan Harian Kita | Kata-kata bijak |Kata motivasi | Kata mutiara | Kisah Sukses | Kumpulan Khotbah | Mujizat TuhanKarakter | Motivasi & Bijak | Kumpulan Khotbah | Mujizat | Pria Sejati | Wanita Bijak | Profesional muda | Suami-Istri |


Senin, 28 Januari 2013

Mengapa Kita Tidak Bahagia?

Roma 14:17
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 89; Lukas 10; 2 Raja-raja 22-23

Ketika merayakan ulang tahunnya yang ke-75, majalah Forbes mengundang para ilmuwan dari berbagai bidang dan dari berbagai penjuru dunia untuk menjawab satu pertanyaan utama: "Mengapa kita begitu tidak bahagia?" Menarik sekali karena para ilmuwan ini semuanya setuju pada satu alasan utama: "Kita menjadi orang-orang yang bermasalah karena kita tidak punya pegangan dalam bidang moral dan spiritual."

Dalam bukunya "Can Man Live Without God?" apologet Ravi Zacharia mengatakan bahwa isu tentang rasa sakit dan penderitan menjadi sangat populer dan menjadi hal besar karena orang-orang telah kehilangan pegangan moral dan spiritual. Rasa sakit kita diperkuat oleh harapan naif bahwa semuanya itu akan bisa dihilangkan atau dibereskan oleh kemajuan ilmu pengetahuan.

Ahli matematika Blaise Pascal mengatakan di dalam hidup manusia ada satu lubang yang hanya bisa diisi oleh ukuran Allah saja. Tidak ada hal lain yang bisa mengisinya, termasuk ilmu pengetahuan, materi yang berlimpah, kesempatan karir, atau keluarga yang luar biasa. Manusia memang diciptakan untuk sebuah hubungan dengan Allah. Ketika relasi dengan Allah menjadi yang terutama dalam hidup kita, maka segala penderitaan akan menjadi tertanggungkan karena ada makna dan harapan di baliknya.

Apakah beban dan penderitaan Anda hari-hari ini? Berfokuslah pada Allah, maka Anda akan mengalami kebahagiaan (sukacita) yang sejati dan seperti janjiNya, "...semuanya itu (yang Anda butuhkan) akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

Jumat, 15 Februari 2013

IMAN TOLINERY ARI O????: Visi: Seberapa Penting?by dany iman tabingga Yeh 1...

IMAN TOLINERY ARI O????: Visi: Seberapa Penting?by dany iman tabingga Yeh 1...: Visi: Seberapa Penting? by dany iman tabingga Yeh 12:27 "Hai anak manusia, lihatlah, kaum Israel berkata: Penglihatan yang dilih...
Dear Danny yang tekun,
Di tahun 1900, Wright bersaudara
sudah mengajukan kemungkinan orang
dapat terbang. Tanggapan sinis dan
keraguan menyerang mereka bahwa
manusia tidak dapat terbang.
Banyak sekali percobaan mereka yang
gagal. Tapi Orville Wright dan Wilbur
Wright tidak menyerah pada visi
mereka. Mereka mempersiapkan segala
risikonya jika percobaan mereka
gagal, seperti mereka menyiapkan
landasan darurat di pantai berpasir
yang lebih aman.
Pada 17 Desember 1903, di pagi hari
yang cerah, mereka berhasil mengubah
kemungkinan menjadi kenyataan. Dari
percobaan yang berulang kali gagal,
Wright bersaudara akhirnya berhasil
menorehkan sejarah penerbangan dunia
untuk pertama kalinya. Meski hanya
bisa melayang setinggi 10 kaki selama
12 detik, tetapi percobaan mereka
merupakan fondasi penemuan pesawat
terbang.
Jika Anda dapat melihat
kemungkinan-kemungkinan, yakinilah
dan wujudkan kemungkinan tersebut!
Mungkin Anda juga akan melihat banyak
rintangan dan tantangan. Tetapi yang
membedakan Anda dengan orang lain
adalah mereka hanya bisa melihat
risikonya saja, sedangkan Anda bisa
melihat bagaimana mengatasi risiko
tersebut.
Ketika orang lain menyerah dan
menangisi kegagalan, kekuatan pikiran
Andalah yang dapat mengatasinya.
Katakan bahwa Anda dapat bangkit lagi
setiap kali gagal dan mencoba lagi.
Singkirkan segala keraguan dan
ketakutan. Jika Anda percaya Anda
dapat terbang, maka Anda pun terbang.
-----Sponsor-------------------